Showing posts with label Seni Musik. Show all posts
Showing posts with label Seni Musik. Show all posts

Lirik Dan Not Lagu Ambilkan Bulan Bu (Ciptaan At.Mahmud)

Lagu "Ambilkan Bulan Bu" mempunyai arti bahwa kesayangan seorang Ibu sangatlah besar sehingga bulan pun sanggup kita pada seorang Ibu. Lagu ini diciptakan oleh AT.Mahmud sama menyerupai lagu pelangi yang sebelumnya kita bahas. Lagu ini mempunyai lirik yang tidak begitu banyak dan mempunyai not angka yang sederhana, untuk semakin mempertajam pengetahuan kita mari kita simak ulasan lagu "ambilkan bulan bu" berikut ini.
 mempunyai arti bahwa kesayangan seorang Ibu sangatlah besar sehingga bulan pun sanggup kita  Lirik dan Not Lagu Ambilkan Bulan Bu (Ciptaan AT.Mahmud)
(Sumber: SeniBudayadanKetrampilanBook)

Lirik Lagu Ambilkan Bulan Bu
Ambilkan bulan bu... 
Ambilkan bulan bu... 
Yang slalu bersinar di langit... 
Di langit bulan benderang cahyanya hingga ke bintang... 
Ambilkan bulan bu... 
Untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelap.

Not Angka Lagu Ambilkan Bulan Bu
 mempunyai arti bahwa kesayangan seorang Ibu sangatlah besar sehingga bulan pun sanggup kita  Lirik dan Not Lagu Ambilkan Bulan Bu (Ciptaan AT.Mahmud)

Untuk menyanyikan lagu ini tidak begitu sulit, alasannya yaitu naik dan turunnya nada dalam lagu ini yang tidak begitu tajam, berikut yaitu citra dari naik dan turunnya nada dalam lagu Ambilkan bulan bu:
 mempunyai arti bahwa kesayangan seorang Ibu sangatlah besar sehingga bulan pun sanggup kita  Lirik dan Not Lagu Ambilkan Bulan Bu (Ciptaan AT.Mahmud)
Semoga bermanfaat... 😊😊😊

Not Angka Dan Lirik Lagu Pelangi-Pelangi (Pelangi Cipt. At Mahmud)

Lagu pelangi-pelangi gotong royong mempunyai judul "Pelangi". Lagu pelangi ini diciptakan oleh Masagus Abdullah Mahmud atau yang sering kita tau dengan nama A.T. Mahmud. Not angka pada lagu ini tidak begitu sulit untuk dipelajari alasannya ialah banyak dari not-not yang diulang dan dapat diingat dengan beberapa kali latihan memakai alat musik. Berikut ini kita akan pelajari lirik dan juga not angka dari lagu Pelangi.

Masagus Abdullah Mahmud atau yang sering kita tau dengan nama A Not Angka dan Lirik Lagu Pelangi-Pelangi (Pelangi Cipt. AT Mahmud)

Lirik Lagu Pelangi
Pelangi-pelangi alangkah indahmu,
Merah kuning hijau di langit yang biru,
Pelukismu agung siapa gerangan,
Pelangi pelangi ciptaan Tuhan.

Not Angka Lagu Pelangi
Masagus Abdullah Mahmud atau yang sering kita tau dengan nama A Not Angka dan Lirik Lagu Pelangi-Pelangi (Pelangi Cipt. AT Mahmud)
Itulah tadi bahasan mengenai lagu Pelangi, Baca juga Lirik dan Not Angka Lagu Delman, supaya bermanfaat...😊😊😊

Lirik Dan Not Angka Lagu Naik Delman

Lagu naik delman diciptakan oleh Pak Kasur. Lagu ini sangat terkenal dikalangan belum dewasa sekolah terutama anak SD maupun Taman Kanak-kanak atau PAUD. Lagu naik delman gampang dinyanyikan dan not angkanya pun tidak terlalu rumit untuk diingat. Berikut ialah lirik dan not angka dari lagu "Naik Delman".
 Lagu ini sangat terkenal dikalangan anak Lirik dan Not Angka Lagu Naik Delman

Lirik Lagu Naik Delman
Pada hari ahad kuturut ayah ke kota
Naik delman istimewa kududuk di muka
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendali kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Tuk tik tak tik tuk tik tak bunyi s'patu kuda

Berikut ialah Not Angka dari lagu Naik Delman:
 Lagu ini sangat terkenal dikalangan anak Lirik dan Not Angka Lagu Naik Delman
Itulah tadi bahasan mengenai lirik dan not angka lagu naik kuda, biar bermanfaat dan menambah pengetahuan dan kecintaan kita terhadap lagu anak tanah air kita Indonesia... 😊😊😊

Alat Musik Ritmis Triangle, Tamborin, Marakas, Dan Kongo Beserta Gambarnya

Alat musik ritmis yaitu alat musik tidak bernada. Ada banyak sekali macam alat musik ritmis, misalnya triangle, tamborin, marakas, kastanyet dan kongo. Meskipun demikian semuanya mempunyai fungsi yang sama yaitu memainkan irama lagu. Bagaimana bentuk dan cara memainkannya? Mari  kita mengenali banyak sekali alat musik ritmis berikut ini.

1. Triangle
    Triangle merupakan alat musik ritmis yang terbuat dari logam dan berbentuk segitiga. Alat musik ini juga dipukul menghasilkan bunyi yang nyaring dan tinggi. Cara memainkannya digantung pada tangan kiri lalu ajudan memukulnya memakai besi pemukul.
 Meskipun demikian semuanya mempunyai fungsi yang sama yaitu memainkan irama lagu Alat Musik Ritmis Triangle, Tamborin, Marakas, dan Kongo Beserta Gambarnya

2. Tamborin
    Tamborin merupakan alat musik ritmis yang berupa lingkaran logam. Pada sisi-sisinya terdapat lingkaran logam kecil yang dipasang rangkap. Permukaan tamborin dilapisi kulit. Tamborin dimainkan dengan cara dipukul dengan telapak tangan atau digoyang-goyangkan.
 Meskipun demikian semuanya mempunyai fungsi yang sama yaitu memainkan irama lagu Alat Musik Ritmis Triangle, Tamborin, Marakas, dan Kongo Beserta Gambarnya

3. Marakas
     Marakas merupakan alat musik yang berbentuk lingkaran di dalamnya berisi butiran-butiran benda keras. Marakas terdiri atas dua buah dan dimainkan dengan cara digoyanggoyangkan dengan kedua tangan. Bunyi yang dihasilkan yaitu gemerisik.
 Meskipun demikian semuanya mempunyai fungsi yang sama yaitu memainkan irama lagu Alat Musik Ritmis Triangle, Tamborin, Marakas, dan Kongo Beserta Gambarnya

4. Kongo
    Kongo merupakan alat musik ritmis homogen gendang yang terbuat dari kayu yang berbentuk agak panjang. Pada bab permukaan nya dilapisi kulit. Kongo terdiri atas dua buah yang berbeda ukurannya dan diletakkan pada tiang besi sebagai gantungannya. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul memakai tangan. (Buku Seni)
 Meskipun demikian semuanya mempunyai fungsi yang sama yaitu memainkan irama lagu Alat Musik Ritmis Triangle, Tamborin, Marakas, dan Kongo Beserta Gambarnya
Semoga bermanfaat 😊😊😊

Musik Tempat Papua, Maluku, Ntb (Nusa Tenggara Barat)

A.Musik Papua
       Musik tempat Papua merupakan musik yang menerima imbas dari Maluku. Instrumennya tidak begitu banyak, hanya satu y
Alat-alat musik, menyerupai rebana, rebab, tifa, dan gong merupakan alat musik dari tempat Maluku.
Alat musik lain yang ada di Papua merupakan alat musik yang dipakai untuk keperluan praktis, contohnya sekakas. Sekakas dipakai untuk menarik ikan-ikan hiu dalam suatu perburuan di laut.
Contoh lagu-lagu yang berasal dari Papua yaitu Apuse dan Yamko Rambe Yamko.
       Beberapa musik Nusantara di atas mempunyai fungsi yang beraneka ragam dalam kehidupan masyarakat. Fungsi musik Nusantara tersebut, antara lain sebagai berikut.
1. Musik untuk mengiringi tarian. Misalnya, musik gamelan Jawa, Sunda, dan Bali.
2. Musik untuk mengiringi wayang kulit, kethoprak, wayang orang, ludruk, dan reog. Misalnya, gamelan Jawa dan Bali.
3. Musik untuk mengiringi drama yang diatur oleh dalang. Misalnya, tarling.
4. Musik untuk memeriahkan pesta menuai padi di sawah, mengarak pawai padi, dan untuk mengiringi upacara sopan santun di tempat Sunda. Misalnya, musik angklung.
5. Musik untuk ritual menghibur Dewi Sri (dewi padi). Misalnya, musik calung.
6. Musik untuk sarana upacara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., pernikahan, khitanan, dan kenduri. Misalnya, musik rebana.
7. Musik untuk mengarak pengantin dan mencari nafkah. Misalnya, tanjidor.
    Masih banyak lagi fungsi musik Nusantara, yang belakangan ini untuk pertunjukan atau hiburan.
ang menarik, yaitu genderang yang dihiasi pahatan dengan pewarnaan artistik dan kulitnya dari kulit biawak.

B.Musik Maluku
       Di Maluku, alat musik yang orisinil banyak yang hilang. Instrumen musik di seluruh Maluku hampir sama, antara lain sebagai berikut.
a. Gong (didatangkan dari Jawa).
b. Arababu (rebab) dengan resonator dari tempurung.
c. Idiokordo yang disebut tatabuhan.
d. Korno (alat musik tiup) yang terbuat dari siput dan disebut fuk-fuk.
e. Bermacam-macam gendang disebut tifa.
    Untuk tempat Islam, menyerupai Halmahera, Bacan, Ternate, dan Tidore dengan sendirinya mempunyai alat-alat musik Islam, menyerupai gambus, rebana, bangsil (suling), dan sulepe. Sulepe merupakan alat musik yang sumber bunyinya dari tali, tetapi resonatornya terbuat dari tempurung.
Di tempat Ambon mempunyai kasilepan, yakni semacam gambang dari kayu yang terdiri atas 10 – 16 bilahan yang disebut tetabuhan kayu dan mempunyai bonang yang disebut gong sembilan atau gong dua belas. Musik paling khas yaitu orkes suling bambu dengan ambitus (luas suara) dari bunyi bas hingga sopran.

C.Musik Daerah NTB (Nusa Tenggara Barat)
       Musik tempat Nusa Tenggara Barat ini dibagi dua daerah, yaitu tempat Bima dan Suniba.
a. Musik Daerah Bima
    Musik tempat ini terpengaruh oleh musik tempat Jawa. Instrumennya, antara lain garputala bambu, silu (hobo) muri (klarinet dari daun), genggong (jewharp), sarone (suling bambu menggunakan ban), dan idiokardo empat dawai.
    Tangga nada yang dipakai yaitu tangga nada pentatonis. Bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Sumbawa, Sasak, dan Bima. Contoh lagu tempat Nusa Tenggara Barat yaitu Orlen-Orlen.
b. Musik Daerah Sumba
    Musik di tempat ini yang khas yaitu nyanyian-nyanyian wanita. Alatalat musiknya tidak ada yang khas, hanya namanya saja yang berubah. Alat musik tersebut, antara lain jungga (musik tiup), lamba (gendang satu kulit), katala (gong), dan suling hidung.
Contoh lagu-lagu Nusa Tenggara Timur yaitu Anak Kambing Saya, Potong Bebek, Desaku, Jangen, Macepet-Cepatan, Nuusak Asik, dan Meyong-Meyong. Bahasa yang dipakai yaitu bahasa Sumba, Flores, Timor, dan Belu.

Cara Memainkan Angklung Melodi

      Angklung melodi mempunyai dua bumbung nada. Bumbung nada depan (kecil) dan bumbung nada belakang (besar). Bumbung nada depan bunyinya satu oktaf lebih tinggi daripada bunyi nada bumbung belakang. Angklung melodi yang lengkap akan meliputi wilayah bunyi nada empat oktaf, dan nada bumbung belakang angklung besar (e) hingga dengan bunyi nada bumbung depan angklung epilog (terkecil - c’). Luas nada angklung melodi maksimal nada oktaf. Apabila dilengkapi dengan nada sisipan (kromatis), jumlah semuanya menjadi 37 buah angklung dari nada terbawah c sampai
dengan tertinggi e.
       Angklung-angklung melodi perlu diberi nomor urut 1–37 dan hurufhuruf yang berpedoman satu karakter untuk satu warna nada. Hal ini dilakukan biar tidak membingungkan dalam menentukan dan menyebut nada angklung.
Berikut ini nomor urut dan nama nada angklung melodi.

Cara Memainkan Angklung Melodi
       Sebelum memainkan angklung, harus diperhatikan terlebih dahulu kondisi dan kelengkapan angklung-angklung. Sikap dan cara membunyikan angklung melodi yaitu sebagai berikut.
1) Sikap Umum
    Agar sanggup memainkan angklung dengan baik, ikuti petunjuk berikut.
a) Tangan kiri memegang ujung tiang depan.
b) Angklung menghadap ke arah kiri pemain.
c) Garis antara siku dengan pergelangan tangan kiri sejajar dengan garis permukaan tanah.
d) Dipandang dari samping, angklung harus tegak lurus rata dengan tegak tubuh pemain.
e) Usahakan posisi angklung berada sempurna di depan pinggul kanan.
f) Telunjuk bersama ibu jari asisten memegang pangkal bawah tiang belakang angklung, sedangkan jari tengah masuk ke dalam lubang bagian sepatu angklung, bab belakang, mengontrol tinggi rendah posisi angklung, dan bersama dengan telunjuk dan ibu jari mengatur getaran angklung yang berpusat pada pergelangan tangan kanan.
g) Bunyi angklung tergantung bagaimana memajukan batang angklung.
2) Sikap Khusus
    Dalam bermain angklung, bunyi sanggup dihasilkan dengan tekniktekniknmemainkannya. Adapun teknik-teknik memainkannya yaitu sebagai berikut.
a) Bunyi Panjang
                                                           (Cara menghasilkan nada panjang)
    Untuk menghasilkan nada panjang sanggup dilakukan dengan cara angklung tegak lurus dengan lantai dilihat dari segala arah. Gerakan angklung bersumbu pada pergelangan tangan kiri yang tidak bergerak.
b) Bunyi Pendek
                                                              (Cara menghasilkan nada pendek)
    Untuk menghasilkan bunyi pendek, angklung tegak dan kendalikan dengan tangan kanan. Gerakannya menyerupai menarik batang tongkat pancing (Jawa: sendhal pancing), tanpa memiringkan angklung ke kanan maupun ke kiri.
c) Bunyi Sangat Pendek
                                                                       (Cara menghasilkan nada sangat pendek)
    Untuk menghasilkan bunyi sangat pendek atau marcato dilakukan dengan caranya angklung condong ke kiri dengan menarik pegangan asisten ke samping. Goyangkan bab pangkal angklung dengan cara sendhal pancing.
d) Bunyi Cacah
                                                                           (Cara menghasilkan bunyi cacah)
    Untuk menghasilkan bunyi cacah, caranya yaitu angklung dipegang dengan posisi miring ke depan menghadap bawah, dipegang dekat pada tangan kiri di kedua tiang tengah dan belakang. Adapun
telapak asisten membentur pangkal belakang sepatu angklung. (seni musik wahyu purnomo)

Musik Kawasan Jakarta (Betawi) | Gambang Kromong, Tanjidor, Gamelan Ajeng, Musik Marawis

       Musik Nusantara tempat Jakarta (Betawi), yaitu gambang kromong, gamelan ajeng, marawis, keroncong tugu, dan tanjidor. 
A. Gambang Kromong
      Gambang kromong yaitu musik khas Betawi (orang orisinil Jakarta) yang memadukan alat musik gamelan dengan alat musik Barat, yaitu Cina. Musik gambang kromong hampir tidak pernah bolos dalam banyak sekali kesempatan pertunjukan, terutama pada acara-acara budaya yang bernuansa Betawi
dan festival-festival. Jenis musik ini merupakan pembaruan yang serasi antara pribumi dan Cina.
(Sebagian alat musik yang digunakan dalam musikgambang kromong)
 Hal ini tampak sekali pada alat-alat musik yang digunakannya. Alat-alat musiknya, antara lain sebagai berikut.
1) Gambang, alat musik yang mempunyai sumber bunyi sebanyak 18 buah bilah. Alat musik ini terbuat dari kayu, berasal dari Jawa dan Sunda.
2) Teh Yan, semacam rebab berukuran kecil berasal dari Cina.
3) Kong An Yan, semacam rebab berukuran sedang berasal dari Cina.
4) Kemong, semacam gong kecil yang berasal dari Jawa dan Sunda.
5) Kromong, alat musik dari gamelan Jawa dan Sunda yang terdiri atas 10 buah sumber bunyi berbentuk ibarat mangkuk.
6) Kecrek, beberapa bilah perunggu yang diberi landasan kayu untuk dipukul sehingga berbunyi
crek-crek. Fungsinya untuk memberi tanda akan dimulai atau diakhiri oleh seorang pemimpin musik.
7) Shu Kong, semacam rebab berukuran besar dari Cina.
8) Gendang, semacam tambur dengan dua permukaan, juga merupakan perangkat gamelan Jawa, Sunda, dan Bali yang fungsinya untuk memainkan irama.

B. Tanjidor
      Tanjidor yaitu homogen orkes rakyat Betawi yang memakai alat-alat musik Barat, terutama
alat musik tiup. Orkes ini muncul pada kurun ke-18. Valckenier seorang gubernur jenderal Belanda pada ketika itu mempunyai rombongan yang terdiri 15 orang pemain alat musik tiup, pemain gamelan,
pesuling Cina, dan pemain tambur dari Turki. Saat itu, orkes pimpinannya disebut Slaven. Slaven yaitu orkes yang menjadi cikal bakal musik tanjidor. Pada umumnya, alat-alat musik pada tanjidor, antara lain alat musik tiup (cornet a piston), trombon, tenor, klarinet, bas, dan dilengkapi dengan alat musik membran yang biasa disebut tambur atau genderang.
(Alat-alat musik yang digunakan dalam musik tanjidor)
       Musik ini biasanya untuk mengiringi pawai atau arakarakan pengantin. Lagu-lagu yang biasa dimainkan ibarat Jali-Jali, Surilang, Cente Manis, dan Merpati
Putih.

C. Gamelan Ajeng
      Gamelan ajeng diperkirakan berasal dari Pasundan, lalu musik tersebut berkembang di wilayah budaya Betawi. Akibatnya, gamelan ajeng ini berbeda dengan gamelan ajeng Sunda. Perbedaannya terletak pada reportoar. Gamelan ajeng selain menerima efek Sunda, juga menerima efek Bali. Pada awalnya, gamelan ini bersifat sebagai musik upacara. Namun, dalam perkembangannya, gamelan ajeng biasa digunakan untuk mengiringi tarian yang disebut tari Balenggo Ajeng atau tari Topeng Gong sebagai pengiring wayang kulit atau wayang orang Betawi serta program keluarga. Alat musik gamelan ajeng terdiri atas sebuah kromong, sepuluh pencon, gendang (terdiri atas dua buah gendang besar dan dua buah gendang kecil), sebuah kecrek, dan adakala juga yang memakai dua buah gong yang masing-masing disebut gong aki dan gong perempuan.
(Gamelan ajeng)
        Dahulu, gamelan ajeng dianggap sakral. Oleh alasannya yaitu itu, gamelan ajeng hanya dimainkan pada
saat program pernikahan. Gamelan ajeng dilambangkan dengan dua gong besar yang disebut gong lanang dan gong wadon. Gamelan ajeng mempunyai kekhususan hanya ditabuh di beberapa tempat tertentu, yaitu pajengan, sebuah panggung setinggi dua meter. Jenis gamelan ini masih ada di beberapa tempat, ibarat Ciputat, Depok, dan Bogor. Di tempat itu, gemelan ajeng sering dinamakan gamelan gong atau gong saja. (seni musik wahyu purnomo)
 
D. Musik Marawis
        Musik marawis yaitu satu jenis ”band tepok” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Nama marawis diambil dari nama alat musik yang digunakan kesenian ini. Alat musik tersebut ada tiga jenis.
1) Perkusi rebana atau gendang ukuran kecil yang garis tengahnya 10 cm, tinggi 17 cm, dan kedua gendangnya tertutup. Inilah yang disebut marawis (paling sedikit digunakan empat buah).
2) Perkusi besar, tinggi 50 cm, garis tengah 10 cm yang disebut ”hadir” dengan kedua gendangnya tertutup.
3) Papan tepok.
     Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau kecrek. Lagu-lagu yang dibawakan biasanya berirama gambus atau padang pasir. Lagu yang dinyanyikan diiringi oleh jenis pukulan tertentu. Ada tiga jenis pukulan, yaitu zapin, sarah, dan zaefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu bangga pada ketika pentas di panggung, ibarat labu berbalas pantun. Pukulan sarah digunakan untuk mengarak pengantin. Adapun pukulan zahefah untuk mengiringi lagu-lagu di majlas. Musik marawis itu cukup unik, pemainnya bersifat turun-temurun. Pemain musik tersebut terdiri atas sepuluh orang yang sebagian besar masih dalam kaitan darah, contohnya kakek, cucu, dan keponakan. Musik marawis sering juga ditampilkan pada program hajatan ibarat sunatan dan pesta perkawinan.

Jenis Musik Tempat Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Nias, Sumatera Barat / Minangkabau) | Alat Musik Sumatera

1.Musik Nusantara Daerah Aceh
       Nanggroe Aceh Darussalam disebut juga ”Serambi Mekah” sehingga tidak mengherankan kalau musik kawasan Aceh menerima efek banyak dari Islam, baik syair lagu yang dilantunkan maupun jenis alat musik yang digunakan. Hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah agama Islam yang masuk
ke Nanggroe Aceh Darussalam. Jenis alat musik yang digunakan sebagian berbentuk rebana (terbang)
dengan banyak sekali ukuran, di antaranya canangtring, rebana, gambus, marwas, harubab, gendang (gedumba) serta seruling (bangsi atau serunai).
        Fungsi alat musik seruling sebagai melodi lagu, sedangkan alat musik yang lain sebagai ritmis lagu. Lagu dari Aceh contohnya, Piso Surit dan Bungong Jeumpa. Bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Aceh, Alas, dan Gayo.

2.Musik Nusantara Daerah Sumatera Utara
       Musik kawasan Sumatera Utara banyak dipengaruhi oleh musik gereja. Musik kawasan ini ada dua macam, yaitu tata ganing dan gondang.
a. Tata Ganing atau Gondang
    Alat musik ini memakai tangga nada diatonis. Alat musik yang digunakan yaitu sebagai berikut.
1) Gerantung, yaitu alat musik pukul semacam gambang;
2) Tanggelong atau nungneng, yaitu alat musik yang sumber bunyinya dari tali atau dawai, tetapi cara memainkanya dengan cara dipukulkan pada suatu benda.
3) Suling dengan banyak sekali macam nama, ibarat salodap, salonat, sordam, dan tarafait.
4) Gong.
5) Arbab, hasapi, hapetan, dan kulcapi.
    Lagu-lagu yang terkenal, di antaranya Anju Au, Butet, Dago Inang Sage, Liso, Madedek Magambiri, Mariam Tomong, Rambadia, Sengko-Sengko,  Sinanggar Tulo, Sing Sing So, dan Setara Tilo.
b. Gondang
    Gondang yaitu musik berbentuk ensambel gendang (drum ensamble) yang merupakan ciri umum musik di kawasan ini. Ensambel yang dimaksud yaitu ensambel musik orang Mandailing, subetnis
Batak yang mempunyai kawasan paling luas di sebelah selatan provinsi Sumatera Utara. Daerah ini bersebelahan dengan wilayah budaya Minangkabau di Sumatera Barat.
Alat musik yang digunakan dalam ensambel gordang sambilan terdiri atas
1) sembilan buah gendang besar (gondang) yang mempunyai perbedaan ukuran antara satu dengan yang lainnya;
2) sekelompok gong berukuran kecil hingga dengan ukuran besar;
3) sepasang simbal.

3.Musik Nusantara Daerah Nias
       Musik kawasan Nias terdiri atas empat atau tiga nada dalam satu oktaf. Jenis musik ini kini sukar ditemukan di kawasan ini.
Jenis alat musiknya, antara lain yaitu sebagai berikut.
a. Gong dengan banyak sekali ukuran. Gong ukuran besar disebut gong, sedangkan gong ukuran kecil disebut faritia atau saraina.
b. Lagiya yaitu semacam rebab.
c. Koko yaitu semacam celempung atau kecapi.
d. Gendang yang panjangnya tiga meter dengan nama tamburu, gendera, cucu, fodrahi, dan tabunara.
e. Garfutala yaitu bambu yang disebut drudirana.
f. Suling yang disebut dengan istilah sigu mbawa atau surune mbawa.

4.Musik Nusantara Daerah Sumatera Barat / Minangkabau
      Musik kawasan Minangkabau dikenal dengan istilah talempong. Alat musik talempong sudah usang dikenal. Bahkan, alat ini menujukkan identitas kawasan setempat. Memainkan alat musik talempong sanggup dilakukan dua cara.
Cara pertama, yaitu talempong diletakkan di atas standar yang tersusun rapi serta berukuran rendah sehingga sanggup dimainkan sambil bersimpuh di atas tikar. Talempong jenis ini disebut talempong duduk. Zaman dahulu, talempong duduk selalu berada di setiap rumah gadang (rumah adat) yang dimainkan oleh anak gadis sebagai pengisi waktu senggang. Akan tetapi, kini talempong duduk sudah jarang ditemukan. Talempong duduk hanya terdapat di kawasan pinggiran, ibarat desa sekitar Talang Maun, Kabupaten Lima Puluh Kota. (seni musik Wahyu Purnomo)
      Cara kedua disebut dengan istilah talempong pacik yang dimainkan dengan dijinjing ibu jari. Talempong ini sanggup dimainkan sambil duduk, berdiri, atau sambil berjalan. Pada umumnya yang memainkan alat musik ini yaitu kaum laki-laki baik renta maupun muda.
Jenis alat musik yang digunakannya yaitu sebagai berikut.
a. Alat musik tiup, terdiri atas saluang, bansi, serunai, puput batang padi, puput tanduk, dan suling.
b. Alat musik perkusi (dipukul), terdiri atas gendang dol (gendang besar), ketipung, rebana, gendang sedang, talempong, dan gong atau canaung.
(telempong)
c. Alat musik Barat sebagai musik pendukung, di antaranya gitar, trompet, dan biola.
       Di kawasan Minangkabau, musik talempong tetap bertahan secara murni sebagai warisan nenek
moyang. Tema lagunya diangkat dari peri kehidupan  masyarakat. Musik talempong sebagai seni tradisi mempunyai dua macam tangga nada yang dinotasikan, yaitu 5- 6 -1-2-3 dan 1-2-3-4-5

Pengertian Dan Jenis Birama (Birama 2/4, 3/4, 4/4, 6/8) | Pengertian Ritme & Melodi

Substansi dasar dari musik yakni bunyi yang umumnya disebut nada. Nada yakni bunyi yang mempunyai getaran teratur tiap detik dengan sifat tinggi, panjang, keras, lembut, dan warna yang berbeda.
1. Birama
    Birama yakni suatu tanda untuk menawarkan jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Satu ruas birama ditunjukkan oleh batas-batas garis vertikal yang disebut garis birama.
Hal ini terlihat dalam musik diatonis. Namun, dalam musik pentatonis penggunaan garis birama jarang ditemui. Dalam tangga nada diatonis, petak-petak yang dibatasi garis birama disebut ruas birama. Tiap birama dalam musik mempunyai tekanan bunyi yang teratur yang disebut arsis dan aksen. Arsis yakni birama yang ringan. Aksen yakni birama yang kuat.
 Substansi dasar dari musik yakni bunyi yang umumnya disebut nada Pengertian dan Jenis Birama (Birama 2/4, 3/4, 4/4, 6/8) | Pengertian Ritme & Melodi
 Birama terdiri atas beraneka macam, di antaranya birama 2/4, 3/4, 4/4, dan 6/8.
a. Birama 2/4
    Birama 2/4, artinya tiap birama terdiri atas dua ketukan. Birama
Contoh lagu Nusantara yang berbirama 2/4 yakni sebagai berikut.
1) Hari Merdeka (lagu nasional)
2) Cik Cik Periok dari Kalimantan Barat
3) Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan
4) Manuk Dadali dari Jawa Barat
b. Birama 3/4
    Birama 3/4, artinya tiap birama terdiri atas tiga ketukan.
Contoh lagu Nusantara yang berbirama 3/4 yakni sebagai berikut.
1) Burung Tantina dari Maluku
2) Burung Kakatua dari Maluku
3) Tumpi Wahyu dari Kalimantan Tengah
4) Lisoi dari Tapanuli
c. Birama 4/4
    Birama 4/4, artinya tiap birama terdiri atas empat ketukan.
Contoh lagu yang berbirama 4/4 yakni sebagai berikut.
1) Bungong Jeumpa dari Aceh
2) Butet dari Tapanuli
3) Injit Injit Semut dari Sumatera Timur
4) Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat
5) Jali-Jali dari Jakarta
d. Birama 6/8
    Birama 6/8, artinya tiap birama terdiri atas enam ketukan. Lagu yang memakai birama ini, contohnya Naik-Naik ke Puncak Gunung dari Maluku.

2. Ritme
    Ritme atau irama yakni gerak nada yang teratur mengalir sebab munculnya aksen secara tetap. Keindahan irama akan lebih terasa sebab adanya jalinan perbedaan nilai dari satuan bunyi. Ritme merupakan pedoman ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi gerak melodi. Ritme sanggup kita rasakan dengan cara mendengarkan sebuah lagu secara berulang-ulang. Pola irama pada musik sanggup membedakan perasaan tertentu sebab pada hakikatnya irama yakni gerak yang menggerakkan perasaan dan dekat hubungannya dengan gerak fisik. Ritme sederhana apabila kita dengarkan berulang-ulang akan membawa efek hipnotis.
     Dengan efek tersebut, ritme dianggap sebagai detak jantung musik, sedangkan ketukan menunjukan adanya kehidupan dalam musik. Lagu Nusantara mempunyai irama yang khas, masing-masing timbul dari cara memainkan alat musik, khususnya perkusi. Tiap tempat di Indonesia mempunyai aneka ragam dan corak dalam memainkan alat musik.
       Lagu tempat pada umumnya dinyanyikan tanpa iringan, tetapi ada juga lagu yang memerlukan iringan, contohnya lagu-lagu yang ada hubungannya dengan upacara ritual dan lagu-lagu untuk sendratari. (seni musik wahyu Purnomo)

3. Melodi
       Melodi yakni rangkaian sejumlah nada atau bunyi yang ditanggapi menurut perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. Melodi sanggup juga merupakan suatu bentuk ungkapan penuh atau hanya berupa serpihan ungkapan. Setiap musik tempat mempunyai melodi yang berbeda sesuai dengan abjad dan laras yang digunakan. Melodi yang baik yakni melodi yang terjangkau dan sesuai dengan abjad vokal atau instrumennya. Artinya, interval nada yang dipakai tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Keunikan Dari Lagu Nusantara | Karakteristik Dan Ciri Lagu Daerah, Anak, Melayu, Keroncong, Seriosa, Dan Lagu Populer

      Musik yaitu adonan dari banyak sekali rangkaian bunyi yang ditata secara artistik. Salah satu penggalan dari musik yaitu lagu. Lagu yang berkembang di wilayah Nusantara mempunyai karakteristik yang berbeda, mulai dari lagu daerah, lagu anak-anak, lagu keroncong hingga lagu populer. Setiap lagu mempunyai keunikan sendiri-sendiri mulai dari melodi, harmoni hingga notasinya.
1.Lagu Daerah
       Lagu tempat yaitu lagu yang tumbuh dan berkembang pada suatu daerah. Lagu tempat di Nusantara sangat bermacam-macam dan mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Secara garis besar, lagu tempat mempunyai karakteristik sebagai berikut.
a. Kedaerahan
    Lagu tempat sifatnya kedaerahan. Hal ini sanggup dilihat dari syairnya. Syair lagu tempat memakai syair dan dialek daerah. Contohnya di Sunda dua abjad vokal dibaca menjadi satu (huruf e u dibaca e); di Jawa Tengah abjad u dibaca seakan-akan abjad o (misalnya lagu Gundul Gundul Pacul dibaca Gundol Gundol Pacol).
b. Sederhana
    Lagu tempat biasanya memakai bahasa yang sederhana. Hal ini sanggup dilihat dari tema-tema lagu daerah. Misalnya tema bermain atau hormat kepada orang tua. Selain itu, dalam menyanyikan lagu tempat tidak dituntut vokalisis yang rumit menyerupai lagu seriosa.
c. Turun Temurun
    Lagu tempat bersifat tradisional. Pada awalnya, lagu tempat disampaikan secara turun temurun dan spontan, contohnya ketika bermain atau ketika orang renta memberi nasihat kepada anaknya.

2.Lagu Anak-Anak
       Lagu belum dewasa diciptakan untuk anak yang mempunyai dunia yang spesifik. Lagu belum dewasa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. Temanya sesuai dengan dunia anak-anak. Dunia belum dewasa yaitu bermain dan ceria. Lagu belum dewasa sering juga dinyanyikan untuk mengiringi permainan.
b. Lagu belum dewasa bersifat mendidik. Hal ini sanggup dilihat dari pemilihan kata dan susunan kalimat yang gampang diingat dan sesuai dengan perkembangan isinya.
c. Bentuk lagu sederhana dan ambitusnya tidak terlalu luas. Hal ini harus dimengerti sebab belum dewasa belum bisa menjangkau ambitus yang lebar dan luas. Biasanya, ambitus lagu belum dewasa tidak lebih dari satu oktaf.

3.Lagu Melayu
       Contoh lagu melayu:
        Ciri lagu Melayu, antara lain cengkok lagu dan bunyi gendang. Suara gendang yang berbunyi dang dan dut merupakan ciri khas musik Melayu yang menawarkan suasana untuk berjoget ataupun berdendang.

4.Lagu Keroncong
       Bentuk lagu keroncong orisinil kebanyakan dimainkan dengan introduksi solo biola atau flute. Bahkan, sering kali solo gitar dipakai sebagai landasan lagu keroncong secara teknis sebagaimana juga interlude-nya. Koda (akhiran-nya) dipakai jalur akor tonika, subdominan, lebih banyak didominasi berakhiran ke tonika. Seiring perkembangan zaman, semua lagu (pop, klasik, seriosa) sanggup juga dimainkan dengan gaya keroncong. (seni musik Wahyu purnomo)

5.Lagu Seriosa
       Seriosa yaitu lagu atau musik serius yang bernilai teknik tinggi art music.
Karakter lagu-lagu seriosa yaitu sebagai berikut.
a. Melodi lagu banyak memakai nada sisipan, contohnya (ri), (fi), dan (sel).
b. Lagunya memakai teknik vokal yang tinggi.
c. Lagu seriosa harus dinyanyikan dengan perasaan, ekspresi, dan penuh penghayatan.
d. Lagu seriosa banyak memakai nada-nada tinggi.

6.Lagu Populer
       Lagu terkenal yaitu lagu yang dikenal sebagai ganti kata entertainment. Lagu yang terkenal di tengah masyarakat pada suatu waktu tertentu biasanya dekat dengan dunia sampaumur dan cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Ciri-ciri lagu populer, antara lain
a. bersifat sementara atau cepat tergantikan oleh lagu lain;
b. bersifat menghibur;
c. tidak mempunyai bentuk lagu tertentu.

Pengertian Tangga Nada (Tangga Nada Mayor & Minor | Diatonis & Pentatonis) | Jenis Tangga Nada

       Salah satu unsur dari lagu ialah tangga nada, apakah tangga nada itu? sudah tahukah kita? Mari kita pelajari.Tangga nada ialah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Misalnya, do, re, mi, fa, sol, la, si, do.
       Dalam seni musik tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis, yang masing-masing mempunyai pengertian yaitu:
1.Tangga Nada Diatonis
       Tangga nada diatonis ialah tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga nada, yaitu satu dan setengah. Nada-nada pada piano dan organ termasuk sistem diatonis. Tangga nada diatonis ada beberapa macam sebagai berikut.
a) Tangga Nada Diatonis Mayor
    Tangga nada mayor ialah tangga nada diatonis yang susunan nada-nadanya berjarak 1–1–1/2–1–1–1–1/2. (seni musik wahyu  Purnomo)
Contoh:

b) Tangga Nada Minor
    Tangga nada minor ialah tangga nada diatonis yang susunan nadanadanya berjarak 1–1/2–1–1–1/2–1–1. Tangga nada minor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
(1) Tangga Nada Minor Asli
    Tangga nada minor orisinil hanya mempunyai nada-nada pokok dan belum menerima nada sisipan. Musik Gregorian merupakan bentuk khas yang menggunakan tangga nada ini. Berikut ini, tangga nada minor asli.

(2) Tangga Nada Minor Harmonis
     Tangga nada minor serasi ialah tangga nada minor yang nada ke tujuhnya dinaikkan setengah laras. Dalam tangga nada ini, gugusan naik dan turun tetap sama. Berikut ini, tangga nada minor harmonis.

(3) Tangga Nada Minor Melodis
     Tangga nada minor melodis ialah tanga nada minor orisinil yang nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada ketika turun, nada ke-6 dan ke-7 tersebut diturunkan ½ laras. Berikut ini, tangga nada minor melodis.

2.Tangga Nada Pentatonis
       Tangga nada pentatonis ialah jenis tangga nada yang hanya menggunakan lima nada pokok. Ragam tangga nada pentatonis dibedakan oleh jarak antarnada serta pilihan nada yang didengar. Berdasarkan nadanya, ada tangga nada yang menggunakan pelog dan slendro. Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada ini ialah gamelan.

Jenis Alat Musik Melodis (Rekorder, Pianika, Harmonika, Saxophon, Trompet, Hobo, Flute, Klarinet, Biola)

       Alat musik melodis, yaitu alat musik yang memainkan melodi lagu. Alat musik melodis, antara lain sebagai berikut.
a. Rekorder
       Rekorder ialah jenis alat musik tiup. Alat musik ini mempunyai 4 jenis, yaitu rekorder sopranino, rekorder sopran, rekorder alto, dan rekorder bas. Rekorder yang sering dipakai di sekolah ialah rekorder sopran.

b. Pianika
       Pianika ialah alat musik bertuts yang dimainkan dengan cara ditiup. Bilah-bilah nadanya yang berwarna hitam menghasilkan nada kromatis.

c. Harmonika
       Harmonika ialah alat musik yang mempunyai dua perangkat penggetar berpisah yang berbunyi ketika pemain meniup dan mengisap udara dari alat tersebut.

d. Saxophon


       Saxophon merupakan alat musik tiup bersuara logam dengan jangkauan nada dan kemampuan ekspresinya yang besar. Saxophon diciptakan oleh Adolphne Sax pada tahun 1846. Ada empat jenis saxophon, yaitu saxophon sopran, alto, tenor, dan bariton. Keempatnya sanggup membentuk kwartet yang setara dengan kwartet gesek.

e. Trompet
       Trompet ialah alat musik tiup yang sanggup mengeluarkan bunyi berapiapi yang dihasilkan oleh besarnya tenaga yang dipakai untuk memainkan fanfare tetapi juga disebabkan oleh tabung logam yang sempit, lubang silindris, dan corong yang lebar dan mengembang. Musisi jazz memanfaatkan
semua bunyi yang dihasilkan alat musik trompet dan trombon. Dengan memainkan kedua alat musik ini, diperlukan akan menghasilkan permainan solo yang memesona.

f. Hobo
       Hobo, yaitu alat musik tiup yang bersuara lembut dengan pengecap getar rangkap. Jangkauan nadanya hingga dua setengah oktaf. Hobo dikenal semenjak zaman Mesir Kuno. Pada kurun ke-18, alat musik ini tampil pada musik kamar atau konserto. Hobo dibedakan menjadi tiga macam, yaitu hobo cor anglais, hobo diamore, dan hobo masa kini. Karya yang banyak menampilkan alat musik ini, sanggup kita dengar pada karya Bellini, Berio, dan Rossini.

g. Flute
       Flute merupakan alat musik tiup bersuara kaya dan menyebabkan suasana magis. Flute modern lebih gampang dimainkan dan bunyinya lebih jernih. (seni Musik Wahyu Purnomo)

h. Klarinet
       Klarinet ialah alat musik tiup yang dikembangkan oleh Theoblad Boem dengan nada tinggi dan nyaring. Klarinet mulai dipakai dalam musik orkes dan grup band militer pada pertengahan abd ke-18.

i. Biola
       Biola merupakan alat musik string yang cara memainkannya digesek. Suara biola dengan lisan musikal banyak dipakai dalam musik orkestra untuk menghasilkan nada yang tinggi dan menakjubkan dalam jumlah yang besar. Biola hasil karya Stradivarius (1644–1737) dianggap sebagai
alat musik terbaik yang pernah dibuat. Sejak ketika itu, alat musik gesek tidak berubah. Biola yang dipakai dalam orkestra ada dua macam, yaitu biola sopran dan biola alto.

Jenis Musik Barat | Pengertian Dan Ciri Musik Klasik, Latin, Jazz, Rock N Roll



1.Musik Klasik
       Nama musik Klasik tidak gila lagi di indera pendengaran kita. Namun, manakah bahwasanya yang dimaksud musik Klasik itu?  
Musik Klasik mempunyai tiga penafsiran sebagai berikut.
    Pertama, musik Klasik merupakan jenis musik yang lahir atau diciptakan oleh komponis-komponis pada masa Klasik, sekitar tahun 1750 hingga sekitar tahun 1800. Pada masa tersebut, di Eropa ada dua tokoh komponis yang sangat menonjol, yaitu Joseph Haydn (1732–1809) dan W.A. Mozart (1756–1791). Karya tokoh ini sangat terkenal hingga sekarang. Bukan saja alasannya ialah kualitasnya, melainkan juga alasannya ialah kuantitasnya.
    Kedua, musik Klasik ialah jenis musik terkenal yang dibentuk atau diciptakan jauh di masa lalu, tetapi tetap diminati, dimainkan, dan disukai orang sepanjang masa. Sehingga, orang sering menyebutnya sebagai musik abadi. Dalam pengertian ini, ciri khas dari musik Klasik ialah dipertahankannya sifat keaslian dalam penyajiannya. Hal-hal gres ataupun cara-cara gres dalam penyajiannya pun akan sanggup mengurangi makna Klasik musik jenis ini.
    Ketiga, musik Klasik ialah jenis musik yang dibentuk masa sekarang, tetapi mengambil gaya, corak, ataupun teknik yang terdapat pada musik Klasik dari pengertian pertama dan kedua. Lagu seriosa ialah jenis musik yang didasari oleh gaya, corak, dan teknik musik Klasik.
    Untuk mengenal sifat musik masa Klasik, sebaiknya membandingkan dengan masa sebelum dan sesudahnya. Sebelum masa Klasik ialah masa Barok, yang musiknya juga disebut musik Barok. Pada masa ini, terdapat sejumlah tokoh musik di antaranya J.S. Bach (1685–1750) dan G.F. Handel (1685–1759). 
         Musik pada masa Barok banyak menampilkan kelincahan melodi dengan banyak sekali ornamennya yang dijalin secara poliponik. Adapun di masa Klasik, nadanada melodi lebih banyak paduan secara homoponik, ditunjang pemanfaatan tempo dan dinamik paduan sederhana. Namun, kehadirannya sudah cukup sebagai penunjang kelahiran karya-karya simponi.
Sesudah masa Klasik ialah masa Romantik. Pada masa ini, Ludwig van Beethoven sebagai tokoh pengantar alasannya ialah awal dari kehidupan karyanya lebih banyak mengikuti masa Klasik. Musik di masa
Romantik ditandai, antara lain oleh berkembangnya paduan nada yang lebih disonan dan makin meluasnya penggunaan nada-nada kromatik. Di samping itu, juga berkembang penciptaan lagu-lagu kecil jenis lied yang sekaligus merupakan perwujudan kerja sama antarmusik dan sastra serta bidang-bidang lainnya. Beberapa tokoh komponis pada masa Romantik, antara lain Franz Schubert, Frederic Chopin, Robert Sh=Chumann, dan Franz Lizt.

2.Musik Latin
       Musik Latin ialah suatu bentuk seni terkenal yang berkembang di negaranegara Amerika Latin, terutama Kuba. Keunikan musik Latin ialah pada jenis struktur ritmik yang terbentuk di dalamnya. Vokal dan instrumen musiknya berasal dari upacara religius Afrika, namun dikala ini cenderung dipandang sebagai musik tarian, karakteristik sangat berpengaruh pada ritmenya terlihat dikala satu ritem dimainkan sekali dan akan memancing ritem lainnya untuk saling berpadu. Secara tradisional, musik latin dimainkan oleh perkusi tradisional Kuba yang berdawai 9. Sepanjang waktu, piano telah menggantikan gitar sebagai instrumen choral (pengisi), sedangkan bass, woodwin, trompet dan trombone ditambahkan untuk memainkan melodi dan reff (pengulangan cuilan lagu). Kebanyakan musik latin ialah menurut teladan ritmik Kuba dan berpola ritem 3–2 (kadang 2–3). Clave juga merupakan nama untuk dua stik yang memainkan teladan 3–2.
 Karakteristik musik Latin yang penting ialah sebagai berikut.
a. Clave: teladan ritmik adonan yang dimainkan dengan dua stik, sepanjang dikala band bermain.
b. Call and Response inspiraciones: pertukaran musikal antara 2 ide suara, menjadi frase improvisasi oleh vokalis dan instrumentalisnya.
c. Bajo–tumbao–bass: teladan ritmik berulang untuk bassa atau konga yang menurut pada clave.
    Kini, musik Latin telah banyak menduduki puncak musik dunia dan diakui keuniversalannya. Musik yang mengundang tema keceriaan, pesta, dan dansa
ini kian digemari. Bintang-bintang ibarat Enrique Iglesias, Christina Aguilera, Shakira atau Carlos Santana yang gemar berkolaborasi kinipun makin menanjak membawakan musik latin mereka, sekaligus menerangkan bahwa musik Latin benar-benar salah satu style musik yang besar.

3.Musik Jazz
       Musik jazz ialah jenis musik yang lahir di New Orleans, Amerika Serikat. Pada awal era ini, kehadirannya merupakan paduan antara teknik dan peralatan musik Eropa, khususnya Prancis, dengan irama bangsa Negro asal Afrika Barat. Di perkebunan-perkebunan kapas New Orleans Selatan gaya permainan musik mereka inilah yang dikenal sebagai musik jazz,
Ciri utama dari musik jazz adalah permainan improvisasi, baik dalam irama maupun melodi, kelompok ataupun musiknya. Salah satu elemen penting dalam jazz ialah sinkopisasi. Sebagai gaya bermain, musik jazz tidak tertentu susunan alat musiknya. Kita sanggup melakukannya baik secara tunggal, trio, kuintet, atau group bentuk lainnya; baik jenis akustik maupun elektrik. Namun, secara garis besar, musik jazz memakai alat musik gitar, trombon, trompet, keyboard/piano, drum, dan vokal. Dalam lagunya, musik jazz tidak mempunyai ataupun memilih bentuk khusus. Banyak lagu sanggup dimainkan secara jazz, di awal kehadirannya dipakai lagu-lagu dengan bentuk khusus, ibarat blues dan boggie woogie.
    Tokoh-tokoh musik jazz di masa lalu, antara lain Charlie Parker (saksofon), Duke Ellington (komponis), Benny Goodman (klarinet), dan Louis Amstrong (trompet).
(Benny Goodman)
Beberapa gaya dalam musik jazz, antara lain gaya New Orleans, di Xielands, gaya Chicago, boogie-woogie, swing, bebob, hard pop, coll jazz, dan free jazz. Orkes jazz yang sangat terkenal pada zamannya ialah Original Dixieland jazz grup band dan New Orleans Rhythm Kings.

4.Musik Rock N Roll
       Rock and roll sering disingkat rock’n’roll. Musik ini berkembang di Amerika Serikat selesai tahun 1940-an dan mencapai kepopulerannya di awal tahun 1950- an. Rock and roll melahirkan banyak sekali macam pedoman yang secara keseluruhan dikenal sebagai musik rock.
Ciri khas musik rock and roll adalah pada ketukan (beat) yang biasanya dipadu dengan lirik. Rock and roll menggunakan beat yang didasarkan salah satu ritme musik blues yang disebut boogie woogie ditambah aksen backbeat yang selalu diisi pukulan snar drum. Versi klasik dari rock and roll dimainkan dengan satu atau dua gitar listrik, gitar bas listrik, dan drum set. Perangkat alat musik keyboard sering dimainkan sebagai alat musik tambahan.
                                                                      (Rolling Stones)
 Apabila dimainkan dengan dua gitar listrik, gitar listrik yang dimainkan untuk memberi melodi disebut lead. Adapun gitar yang memainkan ritme dan harmoni disebut gitar ritme. Saksofon sering dijadikan instrumen melodi pada gaya rock and roll awal tahun 1950-an. Di pertengahan tahun 1950-an, saksofonPerangkat alat musik keyboard sering dimainkan sebagai alat musik tambahan.
    Apabila dimainkan dengan dua gitar listrik, gitar listrik yang dimainkan untuk memberi melodi disebut lead. Adapun gitar yang memainkan ritme dan harmoni disebut gitar ritme. Saksofon sering dijadikan instrumen melodi pada gaya rock and roll awal tahun 1950-an. Di pertengahan tahun 1950-an, saksofon diganti peranannya oleh gitar listrik. Salah satu cikal bakal rock and roll adalah musik boogie-woogie dengan piano sebagai melodi, ibarat permainan musik banyak sekali kelompok big-band yang mendominasi dunia musik Amerika dekade 1940-an. Kepopuleran musik rock and roll secara terkenal diseluruh dunia mengakibatkan dampak sosial yang tidak terduga. Rock and roll bukan saja memengaruhi gaya bermusik, tetapi sekaligus gaya hidup, gaya berpakaian, dan bahasa. Selain sukses di dunia musik, bintangbintang pada periode awal rock and roll juga sukses di dunia film dan televisi, contohnya Elvis Prisley. Selain Elvis Presley, muncul juga group musik rock and roll dari Inggris, yaitu The Beatles; dari Britania Raya, ibarat Black Sabbath, Led Zepllelin, The Rolling Stones, The Who, Pink Floyd, dan Queen.